Anxiety Disorder: 7 Gejala yang Perlu Diwaspadai dan Kapan Harus ke Psikolog

Photo of author

By Aldhi Fajar Maudhi

Anxiety disorder atau gangguan kecemasan bukan sekadar rasa khawatir yang muncul sesekali. Kondisi ini dapat membuat seseorang mengalami rasa takut atau cemas berlebihan hingga mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, dan aktivitas sehari-hari. Bagi pengusaha dan profesional dengan tuntutan pekerjaan tinggi, mengenali gejala sejak dini dan mengetahui kapan perlu berkonsultasi dengan psikolog menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental.

Anxiety Disorder Gejala dan penyebabnya
Anxiety Disorder Gejala dan penyebabnya

Apa Itu Anxiety Disorder?

Rasa cemas sebenarnya merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi tekanan atau situasi yang dianggap mengancam. Namun, pada anxiety disorder, rasa cemas dapat muncul secara berlebihan, sulit dikendalikan, berlangsung terus-menerus, dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Tekanan pekerjaan, target bisnis, masalah keuangan, hubungan pribadi, hingga perubahan besar dalam hidup dapat menjadi pemicu kecemasan. Meski demikian, penyebab anxiety disorder tidak selalu berasal dari satu faktor dan dapat melibatkan faktor psikologis, biologis, maupun lingkungan.

7 Gejala Anxiety Disorder yang Perlu Diwaspadai

1. Rasa Khawatir Berlebihan

Salah satu tanda yang paling umum adalah munculnya kekhawatiran berlebihan dan sulit dihentikan. Seseorang dapat terus memikirkan kemungkinan buruk meskipun tidak terdapat ancaman yang jelas.

Pada pengusaha, misalnya, kekhawatiran mengenai bisnis dan masa depan memang wajar. Namun, jika pikiran tersebut terus muncul hingga sulit beristirahat atau menjalankan aktivitas, kondisi tersebut perlu diperhatikan.

2. Sulit Berkonsentrasi

Kecemasan yang terus memenuhi pikiran dapat membuat seseorang kesulitan berkonsentrasi. Pekerjaan menjadi lebih sulit diselesaikan dan pengambilan keputusan juga dapat terganggu.

Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, produktivitas dan kualitas pekerjaan dapat ikut menurun.

3. Gelisah dan Mudah Tegang

Orang dengan gangguan kecemasan dapat merasa terus-menerus gelisah, tegang, atau sulit merasa tenang. Mereka mungkin merasa seperti selalu berada dalam kondisi siap menghadapi sesuatu yang buruk.

Kondisi tersebut juga dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah tersinggung atau sensitif terhadap situasi di sekitarnya.

4. Jantung Berdebar dan Berkeringat

Anxiety disorder tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga dapat menimbulkan gejala fisik. Beberapa di antaranya adalah jantung berdebar, berkeringat, gemetar, napas menjadi lebih cepat, dan tubuh terasa tegang.

Gejala fisik ini dapat muncul ketika seseorang menghadapi situasi yang memicu kecemasan.

5. Sulit Tidur dan Mudah Lelah

Pikiran yang terus aktif dapat membuat seseorang kesulitan tidur atau sering terbangun pada malam hari. Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah lelah pada siang hari.

Kurang tidur kemudian dapat memperburuk kemampuan berkonsentrasi dan membuat seseorang semakin sulit mengelola stres.

6. Menghindari Situasi Tertentu

Kecemasan juga dapat membuat seseorang menghindari situasi yang dianggap memicu rasa takut. Misalnya, menghindari pertemuan, berbicara di depan banyak orang, atau situasi sosial tertentu.

Jika perilaku menghindar mulai membatasi aktivitas dan kesempatan seseorang dalam kehidupan maupun pekerjaan, sebaiknya jangan diabaikan.

7. Mengalami Serangan Panik

Pada sebagian orang, kecemasan dapat disertai serangan panik berupa rasa takut yang intens dan muncul secara tiba-tiba. Gejalanya dapat berupa jantung berdebar, berkeringat, gemetar, napas cepat, dan perasaan kehilangan kendali.

Serangan panik yang berulang perlu mendapatkan evaluasi dari tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang sesuai.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Psikolog?

Tidak semua rasa cemas berarti seseorang mengalami anxiety disorder. Namun, konsultasi dengan psikolog dapat dipertimbangkan ketika kecemasan sulit dikendalikan, berlangsung terus-menerus, mengganggu pekerjaan, menyebabkan gangguan tidur, atau membuat seseorang menghindari aktivitas sehari-hari.

Penanganan dapat meliputi psikoterapi, termasuk terapi kognitif perilaku, serta perubahan gaya hidup. Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pengobatan sesuai kebutuhan pasien.

Konsultasi Anxiety Disorder di RS EMC

Jangan membiarkan kecemasan yang mengganggu aktivitas sehari-hari tanpa penanganan. Jika Anda mengalami gejala yang menetap atau semakin berat, konsultasikan kondisi tersebut dengan tenaga kesehatan profesional atau dengn psikolog seperti di RS EMC.

RS EMC dapat menjadi salah satu pilihan rumah sakit untuk mendapatkan konsultasi dan penanganan terkait kesehatan mental sesuai kebutuhan. Dengan mendapatkan evaluasi yang tepat, pasien dapat mengetahui kondisi yang dialami dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Kesimpulan

Anxiety disorder bukan sekadar rasa khawatir biasa. Ketika kecemasan menjadi berlebihan, sulit dikendalikan, dan mulai memengaruhi pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian.

Mengenali gejala sejak dini dan berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan yang sesuai dapat membantu mendapatkan penanganan yang tepat. Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik, terutama bagi Anda yang memiliki tuntutan pekerjaan dan aktivitas tinggi.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan komentar