Impetigo: 7 Fakta Penting tentang Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Photo of author

By Aldhi Fajar Maudhi

Impetigo adalah infeksi kulit yang cukup umum terjadi dan sangat mudah menular. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang lapisan kulit bagian luar. Meskipun lebih sering dialami oleh anak-anak, impetigo juga bisa menyerang orang dewasa, terutama mereka yang memiliki luka kecil pada kulit atau sistem kekebalan tubuh yang sedang menurun.

Infeksi ini biasanya ditandai dengan munculnya luka kemerahan, lepuhan kecil berisi cairan, serta kerak berwarna kekuningan pada kulit. Jika tidak segera ditangani, impetigo dapat menyebar ke area tubuh lain maupun ke orang lain melalui kontak langsung. Oleh karena itu, penting bagi siapa saja untuk mengenali gejala dan cara mengatasinya sejak dini.

gejala impetigo pada kulit
Gejala impetigo pada kulit

1. Apa Itu Impetigo?

Impetigo merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, terutama Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes. Penyakit ini menyerang lapisan kulit terluar dan sering muncul di area wajah, terutama di sekitar hidung dan mulut. Namun, impetigo juga bisa muncul di tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya.

Kondisi ini sangat menular karena bakteri dapat berpindah melalui sentuhan langsung dengan luka atau melalui benda yang terkontaminasi, seperti handuk, pakaian, atau alat makan.

2. Penyebab Impetigo

Impetigo terjadi ketika bakteri masuk ke dalam kulit melalui luka kecil, goresan, gigitan serangga, atau iritasi kulit. Setelah masuk, bakteri berkembang biak dan menyebabkan infeksi. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena impetigo antara lain:

  • Luka kecil atau lecet pada kulit
  • Kebersihan kulit yang kurang terjaga
  • Kontak langsung dengan penderita impetigo
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Lingkungan yang padat atau lembap

Pada orang dewasa yang aktif bekerja atau sering beraktivitas di luar ruangan, luka kecil pada kulit sering kali tidak disadari sehingga dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri penyebab impetigo.

3. Gejala Impetigo yang Perlu Diwaspadai

Gejala impetigo biasanya muncul beberapa hari setelah kulit terinfeksi bakteri. Tanda-tandanya dapat berkembang secara bertahap dan cukup mudah dikenali. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:

  • Bercak merah pada kulit
  • Lepuhan kecil berisi cairan
  • Luka yang pecah dan membentuk kerak kuning kecokelatan
  • Rasa gatal pada area yang terinfeksi
  • Kulit terasa perih atau tidak nyaman

Luka akibat impetigo biasanya tidak terlalu dalam, tetapi dapat menyebar dengan cepat jika sering digaruk atau tidak dijaga kebersihannya.

4. Jenis-Jenis Impetigo

Secara umum, impetigo dibagi menjadi dua jenis utama.Impetigo non-bulosa merupakan jenis yang paling sering terjadi. Ciri khasnya adalah munculnya luka kecil yang pecah dan kemudian membentuk kerak berwarna kuning seperti madu.

Sementara itu, impetigo bulosa ditandai dengan lepuhan berukuran lebih besar yang berisi cairan. Lepuhan ini biasanya muncul di bagian tubuh seperti perut, lengan, atau kaki.

Meskipun terlihat ringan, kedua jenis impetigo tetap memerlukan penanganan agar tidak menyebar atau menimbulkan infeksi lanjutan.

5. Cara Mengobati Impetigo

Pengobatan impetigo biasanya bertujuan untuk menghilangkan bakteri penyebab infeksi dan mempercepat penyembuhan luka. Dokter umumnya akan memberikan antibiotik dalam bentuk salep atau krim yang dioleskan langsung pada area kulit yang terinfeksi.

Dalam kasus yang lebih luas atau berat, dokter dapat meresepkan antibiotik oral untuk diminum selama beberapa hari. Selain itu, penderita juga dianjurkan untuk menjaga kebersihan luka dengan cara membersihkannya secara rutin menggunakan air dan sabun yang lembut. Menghindari menggaruk luka juga sangat penting agar infeksi tidak semakin parah.

Selain itu Anda juga harus memeriksakan impetigo ini ke dokter kulit, salah satunya adalah di RS EMC. RS EMC merupakan salah satu rekomendasi referensi rumah sakit untuk konsultasi dan penanganan penyakit kulit.

6. Risiko Komplikasi Impetigo

Pada sebagian besar kasus, impetigo dapat sembuh dengan baik jika diobati dengan tepat. Namun, jika dibiarkan tanpa pengobatan, infeksi ini berpotensi menyebabkan komplikasi.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi meliputi infeksi kulit yang lebih dalam, peradangan jaringan kulit, hingga masalah pada ginjal meskipun kasus ini jarang terjadi.

Karena itu, pemeriksaan dan pengobatan sejak awal sangat dianjurkan jika muncul gejala yang mencurigakan.

7. Cara Mencegah Impetigo

Pencegahan impetigo sebenarnya cukup sederhana dan berkaitan dengan kebersihan diri. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mencuci tangan secara rutin
  • Membersihkan luka kecil dengan segera
  • Tidak berbagi handuk, pakaian, atau alat pribadi
  • Menjaga kebersihan kulit dan lingkungan
  • Memotong kuku secara teratur agar tidak melukai kulit saat menggaruk

Dengan menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan, risiko terkena impetigo dapat diminimalkan.

Kesimpulan

Impetigo adalah infeksi kulit menular yang dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Meskipun sering dianggap sebagai penyakit ringan, impetigo tetap perlu ditangani dengan tepat agar tidak menyebar dan menimbulkan komplikasi.

Mengenali gejala sejak dini, menjaga kebersihan kulit, serta melakukan pengobatan yang sesuai merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran infeksi. Dengan perhatian terhadap kesehatan kulit, aktivitas sehari-hari pun dapat tetap berjalan dengan nyaman dan produktif.

Rate this post

Tinggalkan komentar