Pengertian dari CAGR dan Kegunaannya

Photo of author

By Aldhi Fajar Maudhi

Dalam dunia investasi, Compound Annual Growth Rate atau kerap disingkat sebagai CAGR adalah parameter peningkatan instrumen investasi. Biasanya, kinerja ini dilihat dari segi peningkatan jangka panjan hingga tahunan. 

Di bahasa Indonesia sendiri, CAGR dikenal sebagai laju pertumbuhan majemuk untuk menilai kinerja instrumen investasi di periode-periode tertentu. Biasanya, selain digunakan untuk melihat kinerja instrumen investasi tahunan, CAGR juga bisa digunakan sebagai perbandingan untuk melihat kemajuan  instrumen investasi dari masa ke masa. 

Sebagai contoh, instrumen investasi saham. Dengan CAGR, para investor dapat menilai dan memprediksi investasi saham yang mereka ambil berada di tingkatan atas, menengah, atau bahkan di bawah dari segi kemajuan pertumbuhannya. 

Biasanya, CAGR digunakan untuk melihat pertumbuhan bunga serta bunga atas bunga pokok sebagai imbal baliknya. Oleh karenanya, istilah compound dalam CAGR ini hadir sebagai istilah mengacu pada keuntungan yang bersifat ganda/majemuk.

pengertian CAGR dan kegunaannya
Pengertian CAGR dan kegunaannya

Alasan CAGR Penting dalam Penilaian Investasi Saham

Di instrumen investasi saham sendiri, perhitungan CAGR dianggap penting sebagai acuan untuk melihat pertumbuhan saham sebuah bisnis atau perusahaan. Selain itu, CAGR juga berguna untuk memperlihatkan kemajuan dan tingkat keuntungan yang ditawarkan untuk para penanam modal. 

Selain itu, apalagi kegunaan dari CAGR pada investasi saham? Berikut ini beberapa di antaranya. 

Mengetahui Kelebihan & Kekurangan Kompetitor

Tak hanya berguna bagi para investor, CAGR juga bisa dimanfaatkan oleh sebuah perusahaan untuk melihat kemajuan dari kompetitor lainnya. Tak hanya itu CAGR juga bisa memprediksi celah/kekurangan dari kompetitor tersebut.

Sebagai contoh, perusahaan D memiliki hasil penilaian CAGR yang menyebutkan bahwa tingkat kepuasan pelanggannya lebih rendah dibandingkan di perusahaan E. Sehingga, didapatkan sebuah kesimpulan bahwa perusahaan D punya kelemahan dari segi kepuasan pelanggan. 

Dari sisi perusahaan E, ini bisa dimanfaatkan untuk menyusun rangkaian strategi bisnis agar tetap unggul dalam mempertahankan ulasan positif dari pelanggan. 

Dari sisi investor, ini bisa dijadikan sebagai acuan perusahaan mana antara D dan E yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk menanam modal. Selain itu, para investor juga bisa mendapatkan keputusan terkait peningkatan bunga dan keuntungan yang didapatkan dari tahun ke tahun. 

Sebagai Parameter Peningkatan Kinerja Bisnis Suatu Perusahaan

CARG juga bisa digunakan untuk membandingkan performa suatu perusahaan dari masa ke masa. Sebagai contoh, dalam kurun beberapa tahun, perusahaan D menunjukkan hasil mengalami peningkatan CAGR hingga 2% dengan peningkatan kepuasan pelanggan hingga 0,5%.

Dari sini, Perusahaan D dapat menelaah apa saja kelebihan dan kekurangan yang ada. Sehingga bisa dijadikan acuan bagi para investor atau penanam modal untuk selalu berinvestasi pada perusahaan tersebut. 

Kelebihan Penggunaan CAGR

Sebagai suatu rumus parameter untuk mengetahui peningkatan kemajuan suatu perusahaan, secara singkat CAGR memiliki beberapa kelebihan, meliputi:

  1. Dapat dimanfaatkan sebagai penilaian atau untuk membandingkan badan usaha atau perusahaan dengan pertumbuhan yang tinggi.
  2. Dapat digunakan oleh para investor sebagai parameter saham pertumbuhan tahunan badan usahaa atau perusahaan.
  3. Dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan atau penurunan nilai badan usaha atau perusahaan dalam bentuk persentase.

Kekurangan Penggunaan CAGR

Meskipun terdiri dari banyak kelebihan, CAGR juga memiliki beberapa kekurangan. Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Perumusan CAGR masih dianggap kurang akurat karena harga saham yang tidak tetap atau fluktuatif, sehingga tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama. 
  2. Rumusan ini tidak bisa digunakan untuk perusahaan dengan saham dengan pergerakkan dinamis. Sehingga, penggunaan rumus CAGR hanya bisa dijadikan sebagai prediksi saja. 

Rumus Perhitungan CAGR

Perhitungan dengan CAGR dapat dilakukan dengan rumus berikut ini:

Rumus CAGR
Rumus dasar CAGR

Penjelasan:

  1. Nilai akhir: Nilai akhir merujuk ke nilai ekuitas sebuah badan usaha atau perusahaan di setiap tahun terakhir investasi. 
  2. Nilai awal: Nilai awal merujuk ke nilai ekuitas badan usaha ketika penanam modal pertama kali berinvestasi. 
  3. 1/n – 1: Ini merupakan perhitungan untuk rentang tahun seorang investor telah melakukan penanaman modal. 

Sebagai contoh, seorang investor hendak menghitung nilai CAGR suatu perusahaan dalam kurun waktu lima tahun. Investor tersebut wajib untuk mengetahui nilai badan usaha atau sebuah perusahaan dengan cara mengetahui nilai awal saham sehingga nilai akhirnya. 

Apabila hasil yang didapatkan terdiri dari nilai CAGR positif, bisa disebut pertumbuhan badan usaha atau suatu perusahaan baik atau untung. 

Kini, pastinya Anda sudah lebih tahu mengenai CAGR, bukan? Apabila Anda hendak mengetahui lebih jelas tentang CAGR atau instrumen investasi lainnya, Anda bisa memanfaatkan BMoney, Informasi lebih lengkap dapat Anda akses melalui aplikasi atau laman resmi BMoney. 

Rate this post

Tinggalkan komentar