Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Utara makin aktif dalam menghadapi tantangan lingkungan di wilayah Kotabumi dan sekitarnya. Sejumlah kebijakan dan tindakan tegas telah diambil sepanjang 2024–2025, mulai dari penutupan pabrik hingga upaya gerakan hijau. Berikut lima kabar penting terbaru dari DLH Lampung Utara yang relevan bagi warga Kotabumi dan pembaca umum.

1. Penutupan Sementara Pabrik Singkong PT SIP di Kotabumi Utara
Pada Juli 2025, DLH Lampung Utara menghentikan sementara operasional pabrik pengolahan singkong milik PT Samudera Intan Pusaka (PT SIP) di Desa Margo Mulyo, Kecamatan Kotabumi Utara, karena perusahaan belum melengkapi izin lingkungan yang wajib.
Kepala DLH setempat, Ria Kurniawati, menyatakan bahwa penghentian ini bersifat administratif sebagai upaya pembinaan dan penegakan aturan. Apabila PT SIP tidak segera memperbaiki sistem pengelolaan limbah dan izin-lingkungannya, risiko sanksi lebih berat menanti hingga pencabutan izin permanen.
Langkah ini memperlihatkan komitmen DLH untuk menjaga kualitas lingkungan dan menegakkan regulasi industri demi kesehatan masyarakat Kotabumi.
Untuk selengkapnya bisa mengunjungi sistus resmi DLH Kotabumi.
2. Gerakan Hijau & Aksi Bersih Sampah di Hari Lingkungan Hidup
Menandai Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada Juni 2024, DLH Lampung Utara bersama Forkopimda dan PWI Lampung Utara meluncurkan kegiatan “Tanam Pohon dan Gerakan Memungut Sampah” di Kotabumi Selatan.
Menurut Kepala DLH Lampung Utara, Ina Sulistia, aksi ini tak sekadar simbolis: fokusnya adalah pemulihan lahan, pengendalian desertifikasi, dan ketahanan terhadap kekeringan isu krisis iklim yang nyata.
Partisipasi berbagai elemen masyarakat — mulai dari camat, siswa, hingga pelaku usaha — menunjukkan bahwa lingkungan bukan urusan satu instansi saja, melainkan tanggung jawab bersama.
3. Produksi Sampah Lampung Utara Kian Besar
Data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat bahwa pada 2024, Lampung Utara menghasilkan sekitar 92.728,83 ton sampah. Jumlah tersebut menjadi bagian dari total timbulan sampah Provinsi Lampung yang mencapai 720.583,30 ton di tahun yang sama
Tantangan pengelolaan pun makin besar karena banyak TPA lokal yang masih menggunakan sistem “open dumping” — metode pembuangan terbuka yang kurang ramah lingkungan. Fenomena ini menegaskan urgensi penguatan pengelolaan sampah di Lampung Utara, termasuk di Kotabumi, agar volume limbah yang terus tumbuh bisa ditangani dengan lebih baik.
4. Pusat Layanan Limbah Terpadu (Waste Service Center)
Untuk menjawab masalah sampah yang kompleks, DLH Provinsi Lampung tengah merancang “pusat layanan pengelolaan limbah” di tingkat kabupaten.
Di pusat ini akan ada fasilitas pemilahan sampah (organik dan anorganik), daur ulang plastik, serta pengelolaan sampah logam dan sisa makanan menjadi produk baru.
Ide ini bukan hanya mengurangi beban TPA, tapi juga memperkuat ekosistem bank sampah lokal termasuk di Lampung Utara, agar bisa lebih produktif dan berkelanjutan.
5. Sarana Pengelolaan Sampah di Lampung Utara Relatif Terbatas
Menurut data DLH Provinsi Lampung, Lampung Utara memiliki 56 unit tempat pembuangan sampah (TPS) dan hanya 2 bank sampah.
Keterbatasan sarana ini tentu jadi kendala serius dalam mengurangi timbulan sampah dan mendorong pemilahan sampah dari sumber.
Namun, potensi perbaikan tetap terbuka: dengan roadmap pengelolaan sampah yang jelas dari provinsi dan dukungan masyarakat, pengembangan fasilitas baru (seperti TPS 3R atau pusat daur ulang) bisa diprioritaskan.
Kesimpulan
Berbagai langkah yang diambil DLH Lampung Utara mulai dari penegakan izin, gerakan penghijauan, hingga rencana layanan limbah terpadu menunjukkan bahwa isu lingkungan di Kotabumi semakin diperhatikan. Meski tantangan sampah masih besar, kebijakan dan aksi nyata mulai muncul sebagai respons proaktif.
Bagi warga Kotabumi dan Lampung Utara, bagian pentingnya adalah berpartisipasi aktif: melapor bila ada pelanggaran limbah, ikut program bank sampah, atau sekadar mendukung kegiatan kebersihan lingkungan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, ada harapan bahwa kualitas lingkungan di Kotabumi akan semakin baik demi generasi sekarang dan masa depan. Untuk berita lebih update mengenai lingkungan hidup bisa mengunjungi DLH Kotabumi.



Semoga tetap konsisten dan alam kita semakin terjaga.