Gejala Kerusakan Mobil yang Sering Terjadi

Photo of author

By Aldhi Fajar Maudhi

Mobil merupakan kendaraan bermotor yang digunakan untuk mobilitas setiap hari. Dan tak jarang terjadi beberapa gejala kerusakan pada mobil yang sering terjadi karena intensitas pemakaian yang sering. Apalagi jika kerusakan tersebut ketika kita sedang menggunakan mobil, apasti hal ini selalu dihindari oleh setiap pengendara.

Mesin mobil juga memiliki durabilitas dalam jangka waktu tertentu dan jika kita tidak merawat mobil dengan baik, maka kemungkinan terjadi kerusakan kecil bisa terjadi kapan saja. Suku cadang yang harus selalu diremajakan menjadi salah satu alasan utama agar mobil terhindar dari kerusakan mayor mapun minor.

Kerusakan pada mobil memang lebih kompleks daripada motor. Selain itu suku cadangnya pun memiliki harga yang lebih tinggi. Oleh karena itu butuh perhatian dan perawatan khusus agar mobil yang dimiliki selalu dalam kondisi prima ketika akan digunakan.

Gejala kerusakan mobil yang serign terjadi
Gejala kerusakan mobil

Beberapa komponen mesin mobil atau suku cadang yang rentan rusak karena tidak pernah dirawat sangat beragam. Seperti contohnya aki mobil, kaki kaki mobil, mesin mobil, ban mobil, dan beberapa bagian mobil lainnya.

Gejala kerusakan mobil pun sangat bergaam, nah kali ini kita akan membahas kerusakan pada mobil yang umumnya terjadi. Anda harus mengetahui jika terjadi beberapa gejala kerusakan pada mobil agar tahu bagaimana untuk menyikapinya dan segera pergi ke bengkel mobil untuk memperbaikinya..

Beberapa Gejala Kerusakan pada Mobil

Gejala kerusakan mobil terkadang sangat mendadak, sehingga kita harus tahu apa penyebab kerusakan mobil tersebut. Dengan mengetahui beberapa gejala kerusakan pada mobil yang sering terjadi, maka diharapkan Anda bisa memperbaiki dan mengetahui di mana letak permasalahannya.

Berikut ini beberapa gejala kerusakan pada mobil yang sering terjadi. Di antaranya adalah:

Mesin Mobil Sulit Dihidupkan

Gejala kerusakan ini sepertinya sering membuat bingung para pemilik mobil. Karena penyebeb mobil sulit dinyalakan bisa dari berbagai sebab. Bisa dari aki yang tekor, oli yang tidak naik, bensin habis, maupun beberapa part yang malfungsi.

Untuk mengatasi hal ini, Anda wajib mentahui ciri ciri kerusakan jika terjadi kondisi seperti ini. Sebagian besar jika mobil sulit dihidupkan bisa terjadi karena aki yang tekor atau mesin mobil yang masih dingin. Oleh karena itu pengecekan kelistrikan dan busi perlu dilakukan secara rutin.

Sistem kelistrikan pada mobil
Kelistrikan mobil

Mobil Terasa Nyendal

Kerusakan selanjutnya yang sering terjadi ketika kita menggunakan mobil adalah mesin yang nyendal atau brebet. Hal ini seringkali terjadi jika keadaan mobil sudah sangat panas. Biasanya komponen mobil yang terjadi dengan gejala seperti adalah busi yang kotor atau koil yang mati.

Pengecekan koil dan busi memang harus selalu rutin dilakukan. Jika busi yang terpasang sudah kotor itu berarti ada masalah di sistem pengapian. Suku cadang yang harus dicek adalah delco, koil, kabel busi, atau bahkan silinder mesin.

Mesin Overheat

Overheat merupakan gejala kerusakan yang hampir seluruh pecinta otomotif mengalami. Hal ini terjadi karena sistem radiator tidak berfungsi secara sempurna. Penyebabnya bisa dari berbagai faktor, seperti kisi-kisi radiator yang bocor, tutup radiator yang sudah tidak berfungsi, thermostat yang tidak berfungsi dan lain sebagainya.

Untuk mencegah hal ini terjadi, Anda harus rajin mengecek radiator setiap hari dengan cara memastikan cadangan coolant yang terdapat pada reservoir harus tercukupi. Selain itu pastikan bahwa air radiator tidak ada yang bocor sehingga akan meminimalisir terjadinya overheat pada mesin mobil. Selain itu Anda harus melakukan korok radiator di bengkel radiator secara rutin paling tidak 6 bulan sekali.

Kerusakan pada Sistem Pengereman

Sistem pengereman merupakan hal yang paling penting untuk setiap kendaraan. Karena rem pada mobil berfungsi untuk menghentikan kendaraan ketika bejalan dalam kecepatan tertentu. Ketika kampas rem habis maka fungsi pengereman akan sedikit dalam ketika menginjak pedal gas.

Jika hal itu terjadi, maka Anda harus segera mengeceknya ke bengkel atau bahkan ganti kampas rem dengan yang baru agar sistem pengereman berfungsi secara maksimal. Anda harus lebih intens jika memiliki mobil tua atau sedan mobil tua. Karena beberapa suku cadang harus membutuhkan peremajaan agar selalu dalam kondisi prima.

Kerusakan pada Sistem Kopling

Pada mobil manual, setiap mobil memiliki komponen kopling. Kopling berfungsi untuk menjaga putaran mesin ketika berpindah transmisi. Gejala yang ditimbulkan jika kopling sudah butuh perbaikan adalah tidak ada tekanan pada kopling, jarak tuas kopling sangat pendek, atau bahkan tidak bisa memasukkan transmisi.

Kerusakan pada komponen koling pun sangat beragam. Seperti contohnya seal kopling pada master kopling atas sudah getas, matahari kopling sudah aus, kampas kopling yang sudah habis dan beberapa gejala kerusakan lainnya. Sebaiknya Anda melakukan perawatan kopling secara rutin paling tidak 6 bulan sekali agar kondisi mobil tetap dalam keadaan yang baik.

Pengecekan rutin kopling mobil
Sistem kopling mobil

Nah, itulah beberapa gejala kerusakan pada mobil yang sering terjadi di aktifitas keseharian. Anda harus mengetahuo solusi yang dilakukan jika menemukan gejala kerusakan seperti yang telah dijelaskan di atas.

Jika kita sering merawat mobil dan melakukan service berkala, maka bisa dipastikan kondisi mobil akan selalu dalam keadaan yang prima dan siap digunakan baik di dalam kota maupun luar kota. Jangan lupa untuk selalu membawa peralatan lengkap seperti dongkrak, kunci pas, kunci sok, dan lain sebagainya untuk berjaga-jaga ketika mobil Anda mengalami gejala kerusakan.

Semoga artikel otomotif ini bermanfaat dan sampai jumpa di artikel berikutnya ya.

5/5 - (1 vote)

Leave a Comment