Menentukan Arah Kiblat yang Benar

Photo of author

By Aldhi Fajar Maudhi

Semanjak dahulu kala, sejarah arah kiblat memang berubah-ubah oleh karena itu menentukan arah kiblat memang ada ilmunya tersendiri. Secara historis, Ka’bah bukanlah ziarah pertama yang dihadapi umat Islam dalam sholat. Dulu, arah ziarah bagi umat Islam adalah mencapai Masjid Aqsa atau Baitul Maqdis di Yerusalem. Di tahun kedua Hijrah, Allah SWT mendapat perintah dari Nabi Muhammad untuk mengubah arah ibadah.

Perubahan arah kiblat terjadi pada bulan Rajab yang terjadi 16-17 bulan setelah migrasi dari Mekah ke Madinah. Selama berada di Mekah, Rasulullah SAW disuruh mengambil sikap tertentu agar tidak memalingkan wajahnya ke arah Ka’bah ke arah Masjid Al-Aqsa. Begitulah kisah sejarah arah kiblat yang harus kita ketahui agar menjadi semakin yakin dalam melaksanakan perintah Allah SWT.

Kiblat atau arah sholat adalah tempat umat Islam seluruh dunia menghadapkan wajahnya saat beribadah mengharap berkah dan ridho Allah SWT. Perintah menghadapkan wajah ke arah Kakbah atau Masjidil Haram.

Bagaimana cara nebebtukan arah kiblat yang benar
Cara Menentukan Arah Kiblat

Menentukan Arah Kiblat yang Benar

Dalam prakteknya, penentuan arah kiblat memang sudah tercantum dalam Al-Qur’an. Kita sebagai umat yang memegang teguh pedoman umat Islam harus selalu mengaplikasikan dalam dunia. Sebetulnya, penentuan arah kiblat bisa dilakukan secara ilmu, agar dalam suatu lokasi kita mengetahui arah kiblat yang sebenarnya ketika akan Shalat. Berikut ini ada beberapa cara sederhana dalam menentukan arah kiblat yang benar jika kalian merasa ragu terhadap arah kiblat yang sebenarnya.

Mengamati Matahari

Pada dua hari dalam setahun, matahari berada tepat di atas Ka’bah. Selama dua hari ini, arah bayangan matahari kemana saja akan menyebabkan kiblat. Caranya mudah, sekitar pukul 12 siang waktu Arab atau sekitar pukul 16.00 WIB, Anda bisa meletakkan benda secara vertikal di atas permukaan datar dan melihat kemana arah bayangan. Itulah arah kiblat yang bisa Anda gunakan untuk beribadah.

Menggunakan Jarum dan Air

Anda pasti pernah mempelajari cara menggunakan jarum dan air di sekolah. Ya, jika Anda tidak memiliki kompas, ini adalah cara lain untuk membuat kompas. Caranya adalah dengan menuangkan air ke dalam wadah kemudian memasukkan jarum suntik ke dalam gabus atau styrofoam. Setelah beberapa saat, penunjuk akan mengarah ke utara atau selatan. Dengan cara ini, Anda dapat menemukan lokasi di sebelah barat atau lebih tepatnya lokasi arah kiblat.

Menggunakan GPS (Global Positioning System)

Teknologi yang semakin canggih memang membantu kita dalam kegiatan sehari-hari. Tak terkecuali perangkat GPS. Dengan perangkat GPS kita bisa mengetahui lokasid an titik dimana kita berada. Selain itu pada pernagkat GPS dilengkapi dengan informasi derajat bujur bola bumi serta kordinatnya. Dengan kemajuan teknologi, kita bisa menentukan kiblat yang benar dengan menggunakan perangkat GPS.

Menggunakan Kompas Digital

Saat ini smartphone sudah dilengkapi dengan sensor kompas yang bisa menentukan arah utara, selatan, timur, dan barat. Dengan kelebihan tersebut, kita bisa dengan mudah menentukan arah mata angin. Tak terkecuali mudah dalam menentukan arah kiblat yang benar. Karena kompas digital memiliki intrumen yang sangat lengkap yaitu derajat bujur dan lintang pada bola bumi.

Kesimpulan

Ketika kalian berada di suatu tempat yang mungkin kalian tidak tahu mana arah mata angin, kalian bisa melakukan cara diatas untuk menentukan kiblat. Saat ini sudah tersedia aplikasi MAQMUR yang bisa menunjukakn arah kiblat secara akurat. Kalian bisa mengunduh aplikasinya di appstore maupun playstore untuk dapat menggunakannya.

Semoga artikel tentang cara menentukan arah kiblat yang benar dengan berbagai media ini bermanfaat, khususnya bagi kalian yang ingin menambah wawasan dan ilmu tentang arah kiblat dan penentuannya. Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Rate this post

Tinggalkan komentar