Suasana malam yang syahdu di Jogja selalu tersirat dalam cerita kehidupan sehari-hari masyarakat. Cerita yang bisa membuat sebuah kenangan saat kalian duduk manis di salah satu sudut kota Jogja bersama orang tersayang. Jogja memang gudangnya tempat asyik untuk bercengkerama menikmati indahnya suasana malam di kota penuh kenangan ini. Satu tempat yang paling banyak dikunjungi oleh keluarga adalah Alun-alun Kidul Jogja (alkid Jogja).

Alun-alun yang berada di selatan areal Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini selalu menjadi pusat refreshing bagi wisatawan maupun masyarakat Jogja sendiri. Pada jaman dahulu, alun-alun kidul jogja ini sering digunakan untuk acara Kraton Jogja, seperti: Setonan, Manahan, Rampok Macan, Masangan, dll. Para seniman dan prajurit semuanya berkumpul disini untuk sekedar latihan dan mempertajam skill.

Alkid ini dibuat oleh Sultan Hamengkubuwono I sebagai penyeimbang dari dasar filosofi kebudayaan yang dipegang oleh Kraton. Sampai sekarang di Alkid ini dipercaya sebagai tempat peristirahatan bagi para Dewa. Memang sejak dahulu kala, letak alun-alun kidul ini sudah mempunyai filosofi tersendiri.

Jika sore hari tiba, aku dan istriku selalu menyempatkan ke Alun-alun kidul untuk sekedar menikmati suasana sore hari yang syahdu. Sempat teringat pada tahun 2008, Alkid masih sepi dan belum seramai sekarang. Dulu hanya ada beberapa pedagang angkringan, dan jajanan khas Jogja. Seperti: wedang ronde, bakso tusuk, dan lain lain.

Seiring berjalannya waktu, alun-alun kidul Jogja ini menjadi lebih ramai dan banyak pedagang denga aneka macam dagangan yang disediakan disini. Wisatawan domestik selalu memadati alkid jika weekend tiba. Memang aura ketenangan di alkid ini menjadi inti dari ramainya pengunjung alun-alun kidul hingga sekarang ini.

Alkid 2009
Alun-alun kidul 2009

Alun-alun kidul sebuah icon kota jogja

Menjelang sore hari, aktifitas di alkid perlahan mulai ramai, Para pedagang mulai menyiapkan dagangannya, kereta sepeda lampu mulai memenuhi sebagian besar jalan di alkid, si mbah angkringan mulai membereskan makanan. Suasana ini seolah menjadi pemandangan rutin jika berada di alkid sekitar jam 16:00.

Alun-alun kidul Jogja perlahan menjadi sebuah icon wisata kota Jogja semenjak ramai pengunjung, terutama pada malam hari. Malam hari yang penuh keceriaan, lalu lalang kereta sepeda berhiaskan lampu led dan dentuman keras musik yang terdengar, seolah akan menjadi sebuah memori yang memiliki aura untuk segera kembali ke tempat ini. Yak, suasana ini akan selalu membuat kangen dengan suasana kota Jogja.

Baca Juga: Jogja Dulu, Tak seperti Jogja Sekarang

Menjelang maghrib, suasana akan semakin ramai. Ketika berdatangan mobil dan motor berplat luar Jogja. Ini menjadi kesibukan tersendiri bagi para pencari rezeki di alun-alun kidul. Keletihan para pedagang, dan kerja keras para juru parkir ini membuatku sedikit salut terhadap perjuangan mereka demi menghidupi keluarga. Melayani para wisatawan yang bisa dikatakan membludak jika di akhir pekan.

Bisa dikatakan, belum lengkap pergi wisata ke kota Jogja jika belum merasakan ramainya alun-alun kidul Jogja pada malam hari. Pikiranku seketika akan menjadi fresh saat ke alun-alun kidul Jogja ini. Meskipun hanya sekedar membeli wedang ronde ataupun menikmati kereta hias yang bisa disewa untuk 3x putaran di alkid.

Alun alun kidul jogja
Alun alun kidul jogja

Mitos beringin kembar di alkid jogja

Selain dua buah beringin di alun-alun utara, dua buah beringin kembar yang berada di tengah alun-alun kidul Jogja juga sudah menjadi landmark. Jika kalian teringat dengan alkid Jogja, maka yang terpikir di benak adalah dua buah beringin kembar. Beringin kembar ini sudah berumur ratusan tahun dan masih tetap berdiri kokoh.

Dua beringin ini yang ditanam dan diberi pagar dan penempatan yang sama seperti di Alun-Alun Utara. Kedua beringin ini dinamakan Supit Urang. Selain duaberingin di tengah, di alkid juga terdapat sepasang beringin yang mengapit jalan menuju Plengkung Nirbaya (Plengkung Gadhing). Sepasang beringin ini disebut Kiai Wok.

Menurut kepercayaan jawa, dua pohon beringin di alkid ini memiliki makna filosofi tersendiri, pada jamannya dua beringin ini menjadi tempat latihan para prajurit. Pada masanya setiap prajurit dilatih untuk mengelilingi dua beringin kembar ini dengan mata tertutup dan tidak boleh berucap. Kegiatan itu biasa disebut masangin (masuk diantara beringin).

Sampai sekarang, para pengunjung selalu melakukan ritual tersebut. Menurut mitos, jika berhasil melewati kedua beringin tersebut tepat ditengah, maka rejeki akan senantiasa berlimpah diberikan kepadanya. Memang hanya sebuah mitos, akan tetapi filosofinya kita harus selalu berusaha dengan ikhlas dengan apa yang kita kerjakan, dan pastinya usaha kita harus halal agar selalu berkah dalam kehidupan.

Sebagai info, di alkid ada persewaan penutup mata seharga Rp.5.000. Penutup mata ini bisa digunakan untuk ritual masangin diantara beirngin kembar ini. Para pengunjung selalu antusias untuk mencoba hal ini, hanya untuk seru-seruan saja sebenernya. karena belum lengkap kalau ke alkid belum coba ritual masangin ini.

Supit urang
Supit urang

Jajanan dan wahana di alkid Jogja

Berbagai jajanan dan wahana tersedia di alkid, ini menjadi salah satu tumpuan perekonimian warga sekitar alkid. Dengan banyaknya pengunjung di mlaam hari, baik wisatawan luar kota maupun warga Jogja sendiri selalu memadati area alkid Jogja paha akhir pekan. Nah apa aja sih yang ada di alkid Jogja ini?

Wedang Ronde

Kalau di China namanya adalah Tangyuan, yaitu makanan yang terbuat dari terigu diberi isi dan dibentuk speerti bola, wdang ronde salah satu minuman yang sangat cocok dikonsumsi pada saat malam hari, terdiri dari air jahe yang didalamnya terdapat campuran bahan makanan seperti kacang, kolang kaling, dan bola terigu. Harganya sangat murah semangkuk wedang ronde berkisar Rp. 5.000 – Rp. 8.000 saja.

Tempura

Yang lebih hits di alkid ini terkenal dengan yang namanya tempura, frozen food ini terbuat dari berbagai macam olahan, seperti otak-otak, mie, bakso, dan kanji. Tempura disajikan dengan cara digoreng dan diberi sambal sebagai pelengkap. Harga tempura di alkid berkisar antara Rp. 500 – Rp. 2.000 per buahnya. Sambil menikmati suasana ramai alkid, sangat cocok jika sambil menimati tempura di atas lesehan yang berada di tengah alun-alun ini.

Jagung Bakar

Di pelataran sebelah timur, ada beberapa pedagang jagung bakar yang terlihat seedang melayani para calon konsumennya. Jagung bakar ini peminatnya biasanya sepasang muda-mudi yang sedang dimabuk asmara.Harga jagung bakar berkisar antara Rp. 5.000 – RP. 8.000. Murah banget kan, apalagi kalau kita sedang mencari yang hangat di malam hari.

Angkringan

Angkringan banyak menjadi pilihan para mahasisawa, karena harganya yang sangat murah. Angkringan menyediakan berbagai makanan seperti: nasi kuciing, gorengan, sate usus, sate kerang, mie instan, dan minuman hangat maupun dingin. Angkringan selalu menjadi campuran warga untuk nyangkruk (nongkrong sambil ngobrol) dari berbagai kalangan. Ini memang mempunyai filosofi tersendiri, karena bisa dikatakan angkringan adalah pemersatu dari berbagai kalangan. Oh iya harusnya sih kalau di angkringan makan yang banyak mengandung protein, jadi keinget artikel temenku tentang greek yogurt tinggi protein punya temenku blogger juga deh hehe. Karena memang protein banyak manfaatnya.

Bakso tusuk

Di alkid juga terdapat jajanan khas yang biasanya terdapat di sekolah-sekolah maupun di kota. Bakso tusuk selalu menjadi primadona, karena panganan ini selain enak rasanya juga sangat muda dikonsumsi jika sedang berjalan-jalan di alkid. Dibungkus plastik dan disediakan tusukan dari lidi. harganya pun sangat murah sekitar Rp. 500. per buanya. Bakso tusuk ini juga bisa diberi kuah seseuai selera.

Es tebu

Ada yang sudah mencoba es tebu? minuman ini sangat segar. Jadi terdapat alat untuk memeras glukosa dari batangan tebu yang sudah disterilkan. Nah perasan dari batangan tebu ini kemudian diwadahi dan disediakan di sebuah gelas plastik. Rasanya segar bila diminum sore hari maupun malam hari. Harganya sekitar Rp. 5.000 per gelas. murah banget deh.

Wahana Sepeda dan kereta hias

Dan yang paling hits di alid adalah sepeda dan kereta hias, banyak stok sepeda hias bagi kalian yang ingin mencoba memutari kawasan alkid sebanyak 3 putaran. Kuota kursi yang terdapat di kereta hias ini juga sangat luas. cocok bagi keluarga maupun komunitas kecil, keseruan menggowes kereta ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para penyewa. Kereta hias ini dilengkapi dengan hiasan lampu led, dan monitor untuk melihat video klip yang diputar dari media yang terdapat didalamnya. Tarif harga sepesa hias alkid adalah antara Rp. 50.000 sampai Rp. 70.000 sekali sewa untuk 3 putaran.

Sebenarnya masih banyak jajanan dan wahana yang terdapat di alkid Jogja ini, untuk mengetahui lebih lengkap, kalian harus coba mengunjungi alkid pada saat senja tiba. Yang aku rasakan jika berkunjung ke alkid itu pikiran akan menjadi lebih fresh, melihat lalu lalang orang atau hanya sekedar menikmati pangan yang tersedia di alkid Jogja.

Sepeda dan Kereta Hias Alkid

Fasilitas di alkid Jogja

Berbicara soal fasilitas, di alkid Jogja memang sangat minimalis, untuk parkir kendaraan digunakan pelataran Sasana Hinggil untuk kendaraan roda 2. Dan untuk kendaraan roda 4 disediakan tempat parkir di sepanjang jalan alkid. Memang terkesan agak sempit jika parkir kendaraan roda 4 ditempatkan di jalanan.

Karena jalan alkid cukup sempit untuk dilalui oleh 2 mobil, belum harus berbarengan dengan kereta hias yang sedang disewa oleh para pengunjung. Kalian cukup mengeluarkan Rp.3000 untuk sekali parkir kendaraan roda 2 dan Rp. 50.000 untuk tarif parkir kendaraan roda 4.

Failitas lainnya yaitu toilet umum dan Musholla, di bagian barat alun-alun kidul terdapat toilet dan Musholla yang dikelola oleh warga setempat. Jadi untuk kalian yang berkunjung ke alkid, tak perlu khawatir mencari toilet dan musholla , karena sudah tersedia di alkid ini.

Rute menuju alkid Jogja

Bagaimana rute jalan menuju alkid Jogja? Bagi para wisatawan yang memarkir kendaraan di parkiran Abubakar maupun Ngabean. Bisa menggunakan jasa becak agar bisa sampai ke alun-alun kidul. Alkid terletak tidak jauh dari Malioboro. Sehingga masih satu lingkup area wisata kota Jogja pada umumnya yang sering dikunjungi.

Atau apabila ingin memakai jasa ojek online, anda bisa menitikkan maps dan search alun-alun kidul untuk bisa sampai kesana. Jarak dari malioboro ke alkid Jogja hanya sekitar 1 KM atau sekitar 15 menit perjalanan menggunakan becak maupun ojek online.

Tinggalkan kenangan dengan sebuah cerita

Alun-alun kidul Jogja sudah menjadi icon wisata yang sudah terkenal. Mungkin sudah tidak asing lagi bagi para mantan mahasiswa Jogja, karena alkid menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi juga ooeh para mahasiwa yangs edang merantau di Jogja. Alkid bisa menjadi tempat berkeluh kesah dengan seharian aktifitas akademik, sama seperti fungsinya terdahulu. Alkid menjadi sebuah tempat berkelu kesah warga bagi yang mempunyai masalah.

Tinggalkanlah cerita yang akan menjadi sebuah memory kenangan di masa yang akan datang, cerita sekarang akan menjadi sebuah cerita menarik bagi anak dan cucu kita pada masa yang akan datang. Ingat alkid, kalian akan ingat Jogja, tempat dimana dahulu merajut kehidupan yang berputar terus. Alkid akan tetap menjadi alkid, akan tetapi kalian suatu saat nanti jika berkunjung ke Alkid, jadilah seorang yang sukses yang bisa menengok sebuah sudut kota Jogja ini beberapa tahun kemudian.

Aku hanya berpesan, sedikit miris melihat sampah yang berserakan di Alkid, jik aku menjadi alkid, aku sedikit menangis karena tidak dijaga kebersihannya oleh para pengunjung. Sebisa mungkin buanglah bekas makanan dan plastik ke tempat sampah yang seudah disediakan di sekeliling area alun-alun kidul ini. Tinggalkanlah sebuah cerita, jangan meninggalkan sampah. Kalau bukan kalian yang memulai, harus sampai kapan akan seperti ini?

Semoga artikel ini bermanfaat bagi dunia traveling maupun referensi tempat wisata di Jogja, Setelah selesai menulis artikel ini, aku dan istriku akan segera bersiap-siap menikmati malam hari di alkid. Sebuah cerita dan sebuah harapan dari aku salah satu penikmat suasana malam hari di alun-alun kidul Jogjakarta. Sampai berjumpa lagi di tulisan berikutnya ya.