desain grafis bukan desain gratis

” Yaelah sama temen doang, mahal amat harganya, kan tinggal edit doang “

” Coba bikinin 3 design bro, abis itu ajuin gue ya “

” Mas minta tolong bikinin desain kaos yang ciamik dong, nanti siang aku tunggu hasilnya ya “

” Lu kan bisa design, tolong bikinin gue logo buat usaha warung gue dong, tar gue gratisin makan deh “

Anonymous, 2018

Celetukan kalimat diatas sering banget aku denger ketika seorang temen yang minta tolong untuk dibuatkan sebuah desain. Simple memang, tapi dari ke-simple-an ini bisa merembet ke berbagai faktor termasuk persahabatan, hehe. Oke nanti lanjut ya di paragraf bawah tentang kelanjutan cerita tentang ini πŸ˜€

Desain Grafis adalah salah satu komunikasi melalui visual yang bertujuan untuk menyampaikan informasi dari suatu produk/barang/jasa untuk dipublikasikan secara visual. Yup, di zaman yang serba digital ini, desain grafis merupakan salah satu cabang ilmu yang paling banyak diminati. Semua produk yang membutuhkan publikasi pasti membutuhkan yang namanya desain grafis.

Orang yang mempunyai keahlian di bidang desain visual biasa disebut desainer grafis. Tapi lebih banyak orang menyebutnya lebih umum yaitu desainer, meskipun banyak desainer lain yang lebih merujuk ke bidang ilmu tertentu seperti: desain interior, desain fashion, dan lainnya. Dan desainer pada dunia grafis adalah yang merujuk ke ilmu seni visual dalam bidang digital. Dalam keseharian para desainer grafis bisa banyak ditemui di pekerjaan seperti: tim promosi, tim marketing, operator digital printing, operator konveksi, dan lain lain.

Selain hobi traveling, aku juga mempunyai hobi desain grafis, menurutku desain grafis itu bisa membuat mindset seseorang menjadi lebih baik. Karena saat membuat suatu karya berupa logo desain maupun vector design, aku bisa mencurahkan imajinasiku yang berada dalam pikiran ke dalam sebuah visual digital. Secara tidak langsung jika mengeluarkan imajinasi itu akan memancing imajinasi lainnya yang belum tertuang. Dan seorang desainer grafis itu dituntut harus kreatif untuk menciptakan hal baru dalam sebuah visual digital.

Tapi apakah menjadi seorang desainer grafis itu menghasilkan? Banyak pertanyaan itu muncul dari beberapa temanku ketika menganggap desain grafis itu suatu pekerjaan yang tidak menghasilkan uang. Kadang aku hanya tertawa jika ada temanku yang menanyakan hal itu. kenapa? karena mereka bertanya yang tidak perlu dijawab. Kadang pekerjaan desain grafis itu dipandang sebelah mata. Sedih akutu.

Menjadi seorang desainer grafis

Tak pernah terpikirkan olehku untuk mejadi seorang desainer grafis, tuntutan pekerjaan membuatku cinta kepada bidang yang satu ini. Yak, aku bekerja di salah satu perusahaan advertising yang dituntut harus bisa membuat sebuah karya yang bernilai dan sesuai dengan keinginan client.

Aku bukan seorang lulusan Desain Komunikasi Visual universitas bergengsi, bukan juga seseorang yang mempunyai jiwa seni, karena harus kuakui bahwa aku tidak mahir dalam menggambar langsung diatas kertas gambar. Awal mula terjun di dunia desain grafis adalah untuk mencari ilmu baru yang mungkin bisa menjadi salah satu soft skill di masa depan kelak.

Karena aku tidak mahir menggambar, aku memutuskan untuk belajar menggambar digital. Aku hanya belajar dari sebuah buku, video tutorial dan banyak bertanya kepada teman yang terjun di bidang desain grafis. Karena seringnya berinteraksi dengan lingkungan desain grafis, sedikit demi sedikit aku mulai memiliki imajinasi dan ide yang harus dituangkan kedalam sebuah karya digital.

Software pertama yang aku sentuh adalah Corel Draw X3, sebuah software yang sudah tidak asing lagi di dunia desain grafis. Awalnya aku hanya sekedar membantu teman yang ingin dibuatkan desain untuk web banner, membantu teman untuk dibuatkan cover buku, lama kelamaan aku iseng-iseng membuat sebuah logo di salah satu penyedia contest membuat logo internasional yaitu 99design.com. Dan Alhamdulilah dari sebuah keisengan berkreasi, aku menjuarai sebuah contest membuat logo sebuah perusahaan otomotif.

Salah pilih? sama sekali tidak. Karena dengan terjun di dunia desain grafis, ini akan menjadi sebuah modal skill yang bisa dikembangkan lebih baik lagi kedepannya. Sampai sekarang pun hasil portfolio-ku belum begitu sempurna, karena itu aku harus belajar dan terus belajar sampai kapanpun. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitasku adalah menjadi seorang desainer grafis, Salah satu bidang seni yang aku pilih memang sangat tepat untuk mendukung pekerjaan sehari-hariku di perusahaan advertising sampai sekarang.

Desain Grafis adalah sebuah ide, waktu, dan hasil

Dalam bidang desain grafis, ada 3 faktor yang menjadi input maupun output yang dihasilkan.Faktor tersebut adalah ide, waktu dan pikiran. Ketiga faktor ini harus saling berhubungan satu sama lain. Karena jika salah satu tidak tercapai secara baik, maka output berupa hasil juga akan tidak mempunyai nilai seni dan informasi yang baik untuk disampaikan secara visual.

Bagaimana menggabungkan ke-3 faktor tersebut? itulah tugas seorang desainer grafis, tidak mudah untuk mencapai sebuah hasil yang final, karena ada faktor selera dari setiap client yang berbeda, kami desainer grafis harus tetap memutar otak jika sudah mendapatkan sebuah hasil, akan tetapi ditolak oleh client dan wajib revisi design.

Memang tidak mudah untuk menghasilkan suatu karya yang bisa diapresiasi oleh client, butuh sebuah ide yang baru, waktu yang singkat, dan hasil yang sangat memuaskan khususnya untuk client kita. Aku berfikir bahwa profesionalitas dan produktivitas adalah kunci utama untuk bisa sukses di bidangnya masing-masing, bukan hanya di desain grafis.

Suka duka menjadi seorang desainer grafis

Masih ingat dengan kalimat celetukan temanku di awal artikel ini? Yak, semua kalimat itu telah menjadi hiburan bagiku yang memilih menjadi freelancer desainer grafis. Sepertinya sudah biasa ketika seorang teman memiliki bakat tertentu apalagi dijadikan sebagai pekerjaan sampingan, pastinya hasil karyanya akan memiliki nilai plus dibanding yang lainnya.

Banyak suka duka ketika aku menjalani sebagai freelancer desain grafis. Tapi di dalam sebuah pekerjaan, wajar terjadi jika ditemui hal yang paling menyenangkan dan hal sebaliknya. Hal yang paling aku suka di pekerjaan ini adalah ketika membuat sebuah grafis, aku bisa mencurahkan seluruh kreatifitas tanpa batas, dan ide dalam sebuah imajinasi kasarku ini. Lama kelamaan kreatifitas dan ide itu akan selalu meningkat seiring bertambahnya pengalaman dalam dunia desain grafis.

Bukan hanya senang mendapatkan konsumen, tapi banyak juga pengalaman agak kurang enak ketika menghadapi “konsumen dadakan”. Konsumen dadakan adalah seorang konsumen dari kalangan teman dekat yang meminta tolong dibuatkan design dengan dibayar dengan ucapan “terimakasih” dan dalam deadline yang sesingkat-singkatnya. Secara garis besar pasti kalian mengerti kan ya?hehehe.

Bagaimana aku menghadapi konsumen tipe seperti itu? Aku biasanya mengambil positifnya saja, karena dengan hal seperti itu aku bisa melatih kedisiplinan dan kemampuan design secara tidak langsung. Yang paling terpenting adalah kita harus ikhlas mengerjakannya. Tapi semua itu memang tergantung dengan kondisi mood, tapi Alhamdulillah ketika ada pekerjaan itu aku selalu dalam kondisi mood yang baik.

Suka dan duka tersebut membuatku lebih tahan terhadap cobaan yang ada. Setiap aku menemui kendala, sebisa mungkin aku mengatasinya sampai benar-benar selesai. Biasanya akan cepat jenuh jika harus melakukan revisi design berkali-kali, tapi semua itu adalah tanggung jawab kita sebagai penyedia jasa. Dan yang paling utama adalah harus selalu mengutamakan kepuasan terhadap client, siapapun itu. Karena client adalah raja, tanpa mereka pekerjaan ini tidak akan bisa menghasilkan apapun kecuali karya.

Menjadi seorang freelancer design grafis sudah kulalui sejak tahun 2013. Dimana pada awal aku memutuskan memilih kerja sampingan ini aku masih perlu banyak belajar dalam bidang desain grafis. Aku menikmati pekerjaan sampingan ini, karena kulakukan sesuai hobi, dan aku tanpa beban dalam mengerjakannya karena dikerjakan ketika pekerjaan kantor sudah selesai semuanya. Di kantor aku bertanggung jawab terhadap pekerjaan kantor, dan jika di rumah aku bertanggung jawab terhadap pekerjaan sampinganku sebagai freelancer desain grafis.

Ide waktu dan hasil

Dari hobi menjadi sebuah penghasilan

Desain grafis memang hanya sebuah ilmu, ilmu dimana kita bisa mengkreasikan ide dan kreativitas, untuk membuat sebuah karya yang terkadang diluar ekspetasi kita. Dari situ aku bisa belajar apa arti dari sebuah karya. Perlu pemikiran khusus untuk membuat sebuah karya yang bisa diterima banyak orang.

Cemoohan dan kritikan selalu menjadi pendamping disaat percaya diri kita belum tumbuh semestinya. Tapi selalu yakinlah, disaat cemoohan dan kritikan itu datang, justru itu yang bisa membuat pemikiranku lebih berkembang dan selalu ingin menciptakan suatu karya baru.

Dari berbagai pengalaman membuat desain, aku memberanikan diri untuk memutuskan bahwa desain grafis adalah perkerjaan sampingan yang cocok untuk ditekuni. Pundi receh yang kudapatkan memang belum seberapa, akan tetapi rasa bangga bisa mengikuti alur apa yang sebelumnya aku belum tahu itu menjadi sebuah pengalaman yang berharga di kehidupanku.

Lambat laun, recehan ini bisa membuat hidupku lebih berarti, memang menjadi seorang desainer grafis, ini akan dijadikan peluang untuk menghasilkan portofolio yang sudah tak terhitung, bahkan file-nya saja lupa aku taruh dimana. Alhamdulillah untuk saat ini, aku bisa menabung sedikit demi sedikit untuk keluarga kecil dari sebuah desain. Aku saat ini telah menekuni menjadi desainer banner toko di sebuah marketplace nasional. Pekerjaanku mulai dihargai untuk skala nasional dan sudah dipercaya oleh beberapa seller marketplace. silakan kunjungi gudangvector untuk kepo lebih lanjut hehe.

Meskipun aku menyadari, bahwa hasil desainku tidak seprofesional desainer handal dalam negeri, tapi setidaknya aku sudah percaya diri dengan hasil karyaku sendiri. Bukan tentang egoisme, juga bukan tentang kesombongan. Tapi kalian harus merasakan segala sesuatu yang dibuat oleh jerih payah sendiri itu lebih nikmat tiada duanya.

Desain Grafis bukan Desain Gratis

Kata-kata sub judul ini memang sering kulihat di mana-mana. Aku pun memang merasakan, bahwa desain itu oleh segelintir orang dianggap mudah karena kita sudah sering berhubungan dengan software pengolah desain. Tapi kenyataannya? tidak semudah itu ferguso! Menggunakan software pengolah desain itu mudah, tapi yang mahal adalah idenya. Bagaimana sebuah karya dikatakan baik akan tetapi tidak memiliki arti filosopi yang bisa kita ambil nilai positifnya.

desain grafis bukan desain gratis

Terkadang jika seorang teman membutuhkan bantuan membuatkan desain, aku juga ingin membantu, Tapi caranya harus lebih tepat,jangan asal minta tolong aja. Bukannya ingin dihargai, akan tetapi sebuah proses desain itu membutuhkan ide dan konsentrasi tepat untuk menyelasaikannya.

Oke contoh kasus aja, aku hidup dari sebuah hasil desain, temanku minta tolong dibutkan logo untuk usahanya dengan dibayar ucapan terimakasih. Fair?. Oke sekarang aku balik, aku ingin jajan di tempat usaha temanku yang baru itu, tapi kubayar dengan ucapan terimakasih. dan temanku itu hidup dari usahanya. Sama kah?. Sama-sama cari uang dengan jalannya sendiri, kecuali kalau aku memang berniat menawarkan jasaku dengan gratis, itu malah lebih puas dan bangga sih kalau menurutku.

Bukannya aku ingin merasa dihargai, tapi lihat dari sisi lain. Semua orang ditakdirkan mencari rejeki dengan jalannya sendiri-sendiri. Sengaja mungkin tidak, akan tetapi sedikit peka itu akan lebih baik. Sebuah renungan ini memang bisa menjadi besar di kemudian hari jika kita terlalu serius menanggapi. So, santai aja kayak di pantai bro.

Sebuah Harapan dari Sebuah Visual Grafis

Tentunya kedepannya aku akan terus mengasah kemampuan di bidang desain, karena menurutku, “Belajar itu tidak harus mencapai institusi, akan tetapi belajar itu bisa dari pengalaman hidupku yang bisa dijadikan inspirasi bagi orang lain.” Dengan memilih jalan menjadi sebuah freelancer desain grafis, tentu aku harus siap menghadapi berbagai hambatan dan rintangan dalam hidup ini.

Yang paling utama adalah bisa membahagiakan keluarga kecilku dari sebuah karya yang tercipta. Ide, waktu, dan hasil adalah 3 hal utama yang harus dipegang teguh dalam sebuah pekerjaan yang aku tekuni sekarang. Jadi yang kurasakan sekarang adalah aku sangat bangga bisa terjun ke dunia desain grafis ini. Selain itu, dari desain grafis aku bisa mendapatkan banyak relasi. Karena dengan banyak relasi, Insya Allah jalan rejeki akan terbuka lebar. Silaturahmi itu adalah segalanya.

Semoga cerita pendek ini bisa menghibur kalian semua. Jika berkesan bisa dibagikan kepada teman terdekat maupun keluarga kalian. Sesungguhnya masih banyak yang belum sempurna dari artikel ini. Kedepannya aku akan berusaha lebih baik lagi dan ada niat kecil untuk menambah wawasan baru dengan terjun di dunia blog ini. sampai jumpa di artikel selanjutnya, Salam olahraga!