Pada saat itu, setelah jam makan siang, aku dan teman kontrakanku tiba-tiba saja teringat akan sebuah keberadaan candi kecil yang berada di bagian utara Yogyakarta. Aku memang tahu keberadaan candi ini sudah sejak lama, akan tetapi belum sekalipun mengunjungi candi ini untuk memastikan keberadaannya. Dan kebetulan pula candi ini lokasinya dekat dekat rumah kontrakanku. Jadi, tanpa pikir panjang aku dan temanku langsng cuss ke Candi Gebang ini.

candi gebang
Candi Gebang

Candi Gebang tempatnya memang masuk ke dalam kampung, tidak seperti Candi yang sudah dipugar dan dikelola oleh pemerintah dengan tujuan pariwisata sejarah. Candi Gebang bisa dikatakan sangat minimalis. Hanya dengan 1 pos satpam dan sebuah ruangan loket untuk retribusi pengunjung. Harga tiket masuk ke dalam area Candi Gebang sebsar Rp.5000 untuk wisatawan domestik, dan Rp.10.000 untuk wisatawan mancanegara.Keadaan disini sepertinya hanya diurus oleh beberapa orang saja. Meskipun begitu, area disini sangat bersih dan terawat. Hanya saja mungkin pengunjung belum begitu tertarik dengan wisata sejarah Candi Gebang ini. 

Aku dan temanku langsung membayar biaya masuk. Tiket masuk ini sangat penting menurutku, karena untuk memelihara peninggalan sejarah ini diperlukan biaya operasional yang tidak sedikit, setidaknya kita sudah berkontribusi demi pelestarian cagar budaya yang tersebar di seluruh Indonesia.Begitu masuk langsung disuguhkan dengan bangunan struktur candi dengan ukuran 5,25 m X 5,25 m dengan tinggi 7.75 m. Seluruh batuan struktur candi ini terdiri dari batuan andesit.

tiket masuk candi gebang
Harga tiket masuk Candi Gebang

Pintu masuk ke candi ini terletak dari sebelah timur, bisa dikatakan candi ini menghadap ke timur, Di sebelah kanan kiri pintu masuk terdapat relung tempat arca. Di relung utara terdapat arca Nandiswara sedangkan relung selatan dalam keadaan kosong. Konon di relung tersebut tadinya terdapat arca Mahakala. Di sisi barat (belakang) terdapat relung yang diisi dengan Arca Ganesha yang duduk di atas sebuah yoni dengan belalai mengarah ke utara.

Aku mulai mendokumentasikan dari satu titik ke titik yang lain, Rasa penasaran muncul ketika melihat struktur candi ini, mungkin jaman dahulu kala candi ini berpagar. Terbukti adanya 4 buah tatakan pilar di setiap sudut candi. Tatakan pilar ini berfungsi sebagai pondasi pilar pada jamannya. Sungguh indah sekali ciptaan manusia pada jaman itu. Terbuat dari batu dan murni semuanya dipahat, dengan bentuk yang simteris pula, Mungkin pada zamannya, letak candi dan arah candi ini mengikuti arah mata angin.

Candi Gebang
Candi Gebang, Condongcatur, Yogyakarta

Candi Gebang 

Candi Gebang terletak di daerah Condongcatur, Desa Gebang, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Menurut info Candi ini ditemukan oleh warga ketika sedang menggali sawah. Seorang warga menemukan patung Ganesha pada bulan November tahun 1935. Nah hasil dari temuan itu membuat para arkeolog melakukan penelitian tentang kemungkinan adanya sebuah peninggalan candi di sekitar lokasi penemuan patung Ganesha tersebut. Setelah diyakini adanya struktur candi di daerah tersebut maka selanjutnya dilakukan rekonsruksi penggalian pada tahun 1937 dibawah pimpinan orang Belanda Van Romondt.

Patung Ganesha Candi Gebang

Menurut hasil penelitian para arkeolog, tidak terdapat latar belakang pembangunan candi gebang ini, mungkin bisa dikatakan candi ini adalah pura/kuil yang dibangun oleh warga. dan merupakan milik warga pribadi. Bisa dikatakan, candi gebang ini adalah pura pribadi dari seorang warga. Akan tetapi kebenarannya harus dibuktikan dengan bukti otentik dari artefak yang telah ditemukan di candi ini. Beberapa penemuan lainnya yaitu Lingga, Yoni , dan arca Ganesha. Dari hasil temuan bisa disimpulkan bahwa Candi Gebang ini berasal dari zaman Hindu, dan dibangun pada masa tahun 730-800M. Udah lama banget kan .
Nah di tengah candi ini ada sebuah ruangan yang terdapat lingga dan yoni. Akan tetapi Lingga sekarang sudah tidak ada, dan entah kemana.Miris banget kan.

Struktur Candi Gebang

Candi Gebang : Peninggalan yang terlupakan

Untuk urusan pengelolaan, ada baiknya pemerintah lebih mengenalkan Candi Gebang ini ke masyarakat, Aku melihat Candi Gebang sangat sepi pengunjung, entah faktor apa yang membuat candi ini lebih sepi pengunjung, padahal dilihat dari sisi sejarah, penemuan sebuah candi meskipun sangat kecil adalah suatu harta yang berharga bagi Indonesia, dan bagi Sleman khususnya. “Peninggalan yang terlupakan” sebuah kalimat yang mungkin bisa menggambarkan keadaan Candi Gebang saat ini. Peninggalan artefak sudah seharusnya kita jaga dan dilestarikan. Bukan hanya candi kan tetapi peninggalan budaya dan adat istiadat nenek moyang harus dilestarikan. Yuk ah kawan, kita mulai melek peninggalan sejarah. Ada banyak persebaran artefak berupa candi yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan yng aku liat pemerintah memilih-milih mana yang akan dipugar dan mana yang dirawat, diluaran sana masih banyak kolektor yang mencuri berbagai artefak peninggalan. Sudah tugas kita sebagai masyarakat untuk menjaga dan melestarikannya.

Oke kawan, mungkin sekian dulu field report dadakan ke Candi Gebang ini, Semoga tulisan ini bermanfaat ya. Next kita jelajahi peninggalan zaman sejarah lainnya yang berada di Sleman, atau mungkin berada di seluruh Indonesia. Doakan saja banyak rezeki, he he he. Sampai jumpa di tulisanku selanjutnya  dan wisata sejarah selanjutnya ya.