Gunung Merbabu : Pesona Keindahan Sabana di Ketinggian 3142 mdpl

Keindahan Gunung Merbabu memang sudah tidak asing lagi bagi para pendaki, Gunung di daerah Jawa Tengah ini memiliki ketinggian 3142 mdpl. Tidak heran lagi kalau gunung ini menjadi gunung favorit bagi para pendaki karena medannya yang landai dan pemandangan yang mengasyikan. Gunung Merbabu ini terletak secara administratif ke dalam 4 wilayah yaitu : Boyolali, Magelang, Salatiga, dan Semarang. Aku berkesempatan mendaki Gunung Merbabu sudah 3 kali, melalui jalur selo, jalur grenden, dan jalur gancik. Ketiga jalur tersebut memiliki medan yang berbeda-beda, akan tetapi kebanyakan medannya hampir sama. Jika kalian masih pemula dalam mendaki, aku sarankan mendaki melalui jalur Selo kabupaten Boyolali. Medannya yang landai pasti akan memanjakan kalian, jalur ini memang sangat cocok untuk para pendaki pemula. Gunung Merbabu merupakan gunung merapi karena pernah meletus sebelum tahun 1600. dan setelah itu Gunung ini tertidur. Memiliki 5 kawah yaitu : Kawah Condrodimuko, Kawah Kendang, Kawah Kombang, Kawah Kombang, dan Kawah Sabernyowo.

sabana 2 merbabu
Sabana 2 Merbabu via Selo

Jalur Pendakian Gunung Merbabu

Untuk menuju puncak Gunung Merbabu terdapat beberapa jalur pendakian, diantaranya :

  • Jalur Pendakian via Selo (Boyolali)
  • Jalur Pendakian via Chuntel (Magelang)
  • Jalur Pendakian via Wekas (Magelang)
  • Jalur Pendakian via Thekelan (Salatiga)
  • Jalur Pendakian via Suwanting (Magelang)

Selain diatas ada beberapa jalur pendakian akan tetapi tidak resmi, aku tidak merekomendasikan pendakian via jalur yang tidak resmi karena fasilitas pendakian masih minim, sehingga akan menjadi sangat rawan jika dipaksakan melalui jalur yang tidak resmi.

Keindahan Sabana Gunung Merbabu

Gunung Merbabu merupakan Gunung yang terkenal dengan keindahan sabananya, Sabana merupakan dataran luas yang berada di ketinggian tertentu yang ditunbuhi rumput / tanaman perdu, biasanya diatas 2000mdpl dan diselingi dengan beberapa pohon. Bukit yang menyerupai Bukit Telettubies menambah keindahan sabana. Untuk para pendaki disarankan untuk menginap atau camp di area sabana ini. Setelah nantinya akan melanjutkan summit attack ke puncak pada dini hari untuk menyambut sunrise di ketinggian. Di Sabana ini selalu ada memori yang diingat oleh para pendaki, obrolan santai para pendaki ditemani dengan segelas kopi hangat akan menambah kesejukan di sabana ini. Vegetasi sabana berupa rumput ilalang da rerumputan, Oh iya untuk para pendaki dihimbau agar tidak membuat api unggun di padang sabana, apalagi saat musim kemarau. Karena bisa memicu kebakaran lahan yang paling tidak kita inginkan.

Sabana Merbabu
Sabana Merbabu

Jalur Pendakian via Selo

Sekitar 5 bulan lalu, aku mendaki Gunung Merbabu via Jalur Selo (Boyolali). Jalur ini merupakan jalur yang ramai dan sering didaki oleh para pendaki, karena jalur ini menghadirkan keindahan alam yang sangat asri. Disamping itu jalur pendakian via selo medannya sangat landai, sehingga sangat cocok untuk para pendaki pemula maupun yang sudah sering mendaki. Jalur visa selo dikenakan biaya Rp.15.000/ orang sekali masuk kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Retribusi parkir sebesar Rp.3000/motor dan Rp.10.000/mobil. Pendakian melalui jalur selo memakan waktu 8-10 jam perjalanan, memang cukup melelahkan,akan tetapi pasti terbayar lunas jika kalian sampai ke Puncak Gunung Merbabu. Estimasi perjalanan melalui jalur selo bisa dilihat list dibawah ini :

  • Basecamp – Pos 1 Dok Malang (150 Menit)
  • Pos 1 Dok Malang – Pos 2 Tikungan Macan (30 Menit)
  • Pos 2 Tikungan Macan – Sabana (150 Menit)
  • Sabana – Pos 3 Batu Tulis (60 Menit)
  • Pos 3 Batu Tulis – Sabana 2 (30 Menit)
  • Sabana 2 – Puncak Kenteng Songo (60 Menit)
  • Puncak Keteng Songo – Puncak Syarief (30 Menit)
sabana merbabu 2
Camp Area

Tips Bagi Pendaki

Untuk mencapai puncak, perlu dikatehui beberapa tips dan persiapan saat mendaki Gunung, Berikut diantaranya tips untuk mendaki gunung

1. Fisik yang Kuat

Pastikan keadaan fisik sehat, usahakan berolahraga seminggu sebelum melakukan pendakian, karena medan untuk mendaki gunung itu membutuhkan tenaga dan fisik yang kuat. Dengan berolahraga sebelumnya akan membuat fisik anda beradaptasi. Dan seringlakukan joging disaat pagi hari.

2. Peralatan dan Losgitik yang dibawa

Perlengkapan pribadi ini sangatlah penting, dan wajib hukumnya bagi semua pendaki, Peralatan yang wajib dibawa adalah kaos kaki, jaket gunung, P3K, ponco, sepatu gunung, tutup kepala, sarung tangan, headlamp/senter, sleeping bag, tenda, matras, drybag, plastik, kompas. Nah selanjutnya untuk logistik atau konsumsi saat perjalanan nanti diantaranya : air mineral 2 botol 1,5 L, roti secukupnya, madu, cokelat, mie instan, nasi putih. Karena saat perjalanan kita membutuhkan asupan energi yang asalnya dari makanan/ logistik yang kita bawa.

3. Menaati peraturan pendakian

Saat kita mendaki hendaknya selalu menaati peraturan pendakian, seperti jangan buang sampah sembarangan, mengikuti dan mematuhi papan himbauan, dilarang berkata kotor dan kasar, melestarikan flora dan fauna. Dengan menaati peraturan pendakian Insya Allah pendakian kalian akan dilancarkan dalam segalanya.

4. Interaksi dengan pendaki lain

Mendaki tidak melulu hanya seorang diri, pastinya akan berbarengan dengan pendaki lain dari berbagai daerah. Saat mendaki kita harus berinteraksi dengan para pendaki lain. Karena satu-satunya yang dapat menolong kita saat darurat adalah pendaki lain. Saling tegur sapa merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh semua pendaki. Selain itu berinteraksi dengan pendaki lain juga bisa menambah kenalan dan memperluas silaturahmi.

Lautan awan merbabu
Lautan Awan Merbabu

Gunung Merbabu sangat menjadi favorit bagi para pendaki, kalian kapan kesana? Yuk, mari kita lestarikan alam dan menjaganya, agar anak cucu kita bisa merasakan apa yang kita rasakan sekarang. Menjaga alam merupakan hal yang bisa kita lakukan untuk bersyukur kepasa Sang Pencipta. Semoga artikel ini bermanfaat ya. Sampai jumpadi traveling selanjutnya dan tetap pantengin aldhifajar.com . see u 🙂

20 Comments

  1. Wow kerennya sabana di Merbabu …, apik tenaaan.
    Pengin sih trekking kesana, tapi kalau seirang diri masih belum punya keberanian.
    Takut tersesat 🙂

    Aku kecil dulu sering diajak papaku ke desa-desa di lereng gunung Merbabu.
    Selain untuk keperluan usaha tembakau juga sesekali diajak berburu babi hutan.
    Pernah lihat ada jurang menganga sangat lebaaaaaar … , aku lupa apa nama jurang itu.
    Ngeri betul pemandangannya.

    1. Sabana merbabu emang ga ada matinya mas, dr gunung2 lain menurutku sabana merbabu yg paling bagus.
      Ayo mas kl mau muncak, tak temenin. Tp harus atur jadwal, soale aku kerja haha.. nasib kuli mas
      Jurang yg deket merbabu bnyak sih, kl.lewar jalur wekas ada lewat tebing mas deket puncak.
      Wah berburu babi hutan seru kyknya mas tp skg ud dilindungi spertiny.
      Yuk mas agendakan muncak heehe

      1. Sama aku juga kerja masih ikut orang, mas .. .hahahahaa …
        Ntar kalau udah mandiri, maksudnya udah mulai usaha sendiri dan waktu jadi lebih fleksibel, ayook aku juga mau diajak trekking ke Merbabu.

        1. Ayok mas, kl k merbabu kan deket tuh dr magelang hehe. Pengen juga punya usaha sndiri tp ga ada bakat kl aku mas. Masih d zona nyaman ini haha

          1. Siap, mas :).
            Semoga betulan bisa trekking bareng muncak ke gunung.
            Oh, iyakah sekarang ada larangan perburuan babi hutan disana, mas ?.
            Aku pernah loh lihat perkampungan babi hutan di gunung Merbabu, mas …, ngga nyangka ternyata kawanan babi hutan bisa membentuk gundukan berupa tumpukan semacam jerami begitu.
            Jumlah gundukannya sangat banyak, berderet rapi terdiri dari 2 baris berhadapan dan letaknya di lembah sedikit curam.
            Jadi kita ngelihatnya dari daratan yang lebih tinggi.

            1. babi hutan memang ada mas di merbabu. tapi jauh dari jalur pendakian. dan babi itu kebanyakan ada di dalam hutan lindung.
              jadinya khusus habitatnya saja. tanpa ada orang yg bisa menganggunya.
              Nah untuk jerami aku malah baru tau dari mas himawan ini nih hehehe
              coba aku cari deh sepertinya unik.

  2. Mas Aldhi sudah bagus cara penyampaiannya. Artikel ini akan berada di posisi yang dibutuhkan para pendaki, terutama pemula, agar paham. Soalnya informatif dan mendetail. Memang demikianlah harusnya, membuat semacam feature yang juga memberi nilai lebih agar mereka yang tertarik mendaki bisa punya persiapan. Lain kali bikin posting-an tersendiri tentang peralatan tempur yang harus dibawa pendaki sesuai dengan medan pendakian. Plus foto-fotonya. Rasanya banyak yang tidak tahu.
    Juga artikel tentang mendaki sampai 8-10 jam itu rasanya bagaimana, kendala utamanya, apa yang harus dilakukan agar tak terlalu kelelahan selama dalam pendakian, bagaimana medannya.
    Sekadar saran, he he. Semoga berkenan.

    1. Nah itu mbak aku sempat googling juga penulisan di. Sempet bngung juga mungkin saking semangatnya ngetik jd lupa mencet spasi, tapi emng kadang kelupaan juga hehe. Makasih koreksinya ya mbak heheh
      Kedepannya aku bakal bahas pengalaman tersesat mbak, mungkin bakal bs jd pengalaman agar temen2 yg mendaki ga mngalami kejadian sepertiku hehe.
      Makasih mbak Rohyati selalu berkunjung 🙂

      1. Tersesat bagi pendaki itu mengerikan apalagi jika sendirian, saya banyak baca kisah pendaki alami kecelakaan atau hilang karena tersesat di gunung.
        Lebih sering bacanya di majalah Intisari, sih. Dan Norman Edwin adalah pendaki favorit saya.
        Saya juga baca kisah tentang jatuhnya George Leigh Mallory dan Andrew Irvine di Mount Everest. Misterius banget sebabnya.

        1. aku malah abru tau mbak tentang Norman Edwin, dan setelah baca2 memang legendaris sepertinya. Dia wafat saat berada di alam.
          memang betul aoa yang berada di alam akan kembali lagi ke alam tersebut.
          untuk everest memang cuaca sangat ekstrim. bisa jadi penyebabnya karena kekurangan oksigen sehingga kurang seimbang
          wah jd ilmu dan wawasan baru mbak 🙂

  3. sabananya indah sekali…

    diantara banyak jalur kayaknya saya lebih cocok lewat boyolali karena landai,,, saya gampang capek… tapi 10 jam perjalanan… haaaa,,,,, saya ga yakin sanggup mas…

    pemandangan di puncak indah ya, diatas awan… terbayar semua lelah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *