Kenali Bahaya Penyakit OCD dan Cara Mengatasinya Saat Kambuh

2
48

OCD atau Obsessive Compulsive Disorder adalah penyakit gangguan mental yang membuat seseorang menjadi memiliki obsesi untuk berbuat sesuatu secara kompulsif atau berulang-ulang hingga mengganggu kehidupan. Kebiasaan tersebut dipicu oleh pikiran obsesif yang dimanifestasikan ke sebuah tindakan kebiasaan hingga sulit dikendalikan.

Apabila Anda atau kenalan memiliki kecenderungan gejala OCD, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kejiwaan melalui aplikasi KlikDokter dengan mudah, download di sini. Sebab, OCD bukan penyakit sembarangan dan harus segera mendapat perawatan.

Penderita OCD yang takut pada kotoran misalnya, memiliki pikiran ekstrem untuk selalu mencuci tangannya agar tidak kotor. Kegiatan mencuci tangan yang dilakukan berulang oleh penderita OCD bisa menjadi luka dan berdampak pada kesehatan.

Selain itu, masih ada berbagai bahaya penyakit OCD. Dengan mengenali sejak dini bisa menjadi langkah awal pencegahan. Selengkapnya, simak informasi tentang OCD dari penyebab, bahaya, hingga pencegahannya.

bahaya penyakit OCD
Bahaya penyakit OCD

Penyebab OCD

OCD bisa menyerang siapa pun, baik laki-laki dan perempuan dari berbagai kalangan usia. Faktor penyebab pasti dari OCD masih terus diteliti. Menurut studi terdahulu, salah satu atau kombinasi dari beberapa faktor berikut bisa menjadi penyebab OCD, di antaranya:

Faktor Genetik

Keluarga lingkar pertama seperti orang tua, saudara kandung, atau anak yang mengalami OCD bisa menularkan atau menjadi pemicu secara tidak langsung penyebab OCD pada seseorang.

Faktor Fungsi Otak

Otak memiliki sekitar 100 miliar neuron atau sel saraf yang bekerja sama sebagai pengantar pesan penting ke otak agar tubuh berfungsi dengan benar. Neuron berkomunikasi melalui bahan kimia yang disebut neurotransmitter untuk menyampaikan pesan ke neuron lain.

Melansir MyMed.com, para ilmuwan masa kini percaya bahwa OCD bisa dipicu karena adanya masalah di jalur otak pasien yang bertanggung jawab mengkomunikasikan perintah ke tubuh. Sinyal di antara neuron bisa hilang, sehingga neurotransmiter tidak memungkinkan untuk mengirim pesan dengan tepat.

Gangguan Kesehatan Mental

Masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan, depresi, dan penyalahgunaan obat-obatan bisa turut menjadi penyebab dari penyakit OCD.

Faktor Lingkungan

Beberapa faktor lingkungan juga diidentifikasi sebagai stressor atau pemicu stres. Pada seseorang dengan gejala atau kecenderungan OCD, stressor karena faktor lingkungan berikut bisa memperparah keadaan OCD, di antaranya:

  • Perubahan situasi di rumah atau tempat tinggal
  • Kekhawatiran dan tekanan dalam hubungan baik dengan teman, keluarga, atau tetangga
  • Kematian orang terdekat
  • Perubahan
  • Adanya wabah penyakit

Pengalaman di Masa Lalu

Tidak hanya menimbulkan trauma, pengalaman atau kenangan di masa lalu yang terus muncul di pikiran bisa mengembangkan kondisi OCD ke tingkat lebih parah. Pengalaman masa lalu tidak menyenangkan seperti pelecehan masa kecil, kekerasan fisik, merawat seseorang dengan penyakit kronis, serta pengabaian secara emosional dan fisik.

Bahaya OCD

Seseorang dengan OCD sebetulnya menyadari jika perbuatan atau perilakunya tidak rasional, namun penderita merasa tidak mampu untuk menghentikan perilaku tersebut secara berulang sehingga menyebabkan rasa tidak berdaya. Bahaya OCD berikut pun bisa muncul apabila seseorang dengan OCD tidak segera ditangani, yaitu:

  • Gangguan kesehatan seperti dermatitis yang disebabkan oleh kebiasaan berulang mencuci tangan sebagai dampak dari OCD
  • Ada kemungkinan untuk menyakiti orang lain secara tiba-tiba
  • Kesulitan menyelesaikan pekerjaan, menghadiri sekolah, atau acara sosial
  • Berpikir untuk mengakhiri hidup hingga melakukan upaya menyakiti diri sendiri
  • Kualitas hidup buruk secara keseluruhan
  • Hubungan dengan orang lain bermasalah

Gejala OCD

Pikiran obsesif atau perilaku kompulsif baru disebut OCD apabila menyebabkan penderitaan luar biasa, menghabiskan banyak waktu, dan mengganggu kehidupan atau hubungan dengan orang lain. Penderita OCD mulanya bisa memiliki gejala obsesi dan kompulsi sekaligus, atau juga salah satunya saja.

Contoh gejala obsesi pada penderita OCD, yaitu:

  • Merasa takut terkontaminasi kuman atau kotoran apabila menyentuh benda-benda yang telah disentuh orang lain.
  • Keraguan telah melakukan sesuatu seperti menyemprot parfum, mematikan kompor, atau mengunci pintu.
  • Merasa stres saat mendapati objek tidak teratur atau simetris karena memiliki gagasan jika segala sesuatu harus berbaris simetris.
  • Fokus berlebihan pada gagasan agama atau moral.
  • Pikiran dan gambar eksplisit secara seksual atau kekerasan yang mengganggu.

Contoh gejala kompulsi pada penderita OCD, yaitu:

  • Memeriksa barang berulang-ulang secara berlebihan
  • Menghitung, mengulangi kata-kata tertentu, atau melakukan tindakan tidak masuk akal lainnya untuk mengurangi kecemasan
  • Menghabiskan banyak waktu dengan membersihkan atau mencuci sesuatu seperti benda yang sebetulnya sudah bersih
  • Berdoa secara berlebihan atau melakukan ritual yang dipicu karena ketakutan terkait keagamaan
  • Mengumpulkan barang-barang atau sampah seperti koran bekas, wadah makanan atau skincare kosong

Diagnosis OCD

Menurut National Institute of Mental Health, OCD biasanya terdiagnosis pada usia 19 tahun. Umumnya, diagnosis OCD yang dilakukan oleh dokter melibatkan langkah berikut:

  • Pemeriksaan fisik
  • Tes laboratorium untuk mengetahui fungsi tiroid, penggunaan obat-obatan, kadar alkohol, dan tes darah untuk memeriksa CBC (Complete Blood Count) pasien
  • Evaluasi psikologis
  • Kriteria diagnostik khusus untuk OCD yang dikenal sebagai Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) dari American Psychiatric Association

Cara Mengatasi OCD Saat Kambuh

Penyakit OCD tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, kebiasaan kompulsif terkadang muncul meski tidak sering. Namun, selain mempelajari fakta-fakta terkait OCD, OCD masih bisa diatasi saat kambuh dengan melakukan beberapa hal berikut:

  • Cobalah untuk menunda kebiasaan atau ritual Anda
  • Cobalah untuk mengurangi perilaku kompulsif secara perlahan
  • Menulis jurnal berisi apa saja, baik suasana hati atau pendapat akan suatu isu di luar
  • Menyadari dan menerima dengan ikhlas jika OCD memang mengganggu kehidupan Anda
  • Melakukan meditasi, yoga, atau senam

Apabila Anda masih kesulitan mengurangi perilaku kompulsif karena OCD, pergilah ke dokter untuk mendapat bantuan medis.

Sumber:
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/obsessive-compulsive-disorder/symptoms-causes/syc-20354432
https://www.mymed.com/diseases-conditions/ocd-obsessive-compulsive-disorder/what-are-the-causes-risk-factors-and-complications-of-ocd

Rate this post

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here